DAMPAK PENGGUNAAN SINGKATAN DAN AKRONIM TIKTOK TERHADAP KEPATUHAN KAIDAH EJAAN BAHASA INDONESIA PADA MAHASISWA GEN Z

Authors

  • Salsabila nursalsabila Politeknik Nusantara Makassar
  • Nur Safika Politeknik Nusantara Makassar
  • Nuraisyah Nuraisyah Politeknik Nusantara Makassar

Keywords:

TikTok, Singkatan dan Akronim, Generasi Z, Kepatuhan EYD, Menulis Akademik.

Abstract

Proliferasi platform TikTok telah mempercepat kemunculan berbagai bentuk singkatan bahasa gaul (slang), pemendekan kata ekstrim (extreme contractions), serta akronim hibrida di kalangan Generasi Z. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan sosiolinguistik krusial mengenai sejauh mana intensitas penggunaan bahasa gaul digital memengaruhi kepatuhan mahasiswa terhadap kaidah Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD). Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tipologi singkatan TikTok, melacak bentuk kebocoran linguistik ke dalam ranah penulisan akademik, serta menguji dampak kognitifnya terhadap literasi formal mahasiswa. Dengan menggunakan desain metode campuran (mixed-methods), penelitian ini mensurvei 150 mahasiswa Generasi Z dan melakukan analisis korpus dokumen pada draf tugas akhir serta esai akademik mahasiswa. Analisis data dilakukan melalui perangkat lunak SPSS 26 dan NVivo 12 dengan menggunakan tahapan reduksi tematik dan penarikan kesimpulan kausal. Temuan penelitian menunjukkan bahwa bahasa gaul TikTok bersumber dari proses morfologis nonbaku, termasuk pengurangan konsonan secara ekstrem dan penyerapan langsung akronim asing. Secara krusial, habituasi ini memicu terjadinya otomatisasi berbahasa (linguistic automatism); sebanyak \(64\%\) responden secara tidak sadar menyusupkan bahasa gaul digital ke dalam tugas-tugas akademik formal. Meskipun pola-pola ini merefleksikan kreativitas siber yang tinggi dalam membangun identitas kelompok (in-group identity), fenomena tersebut secara signifikan menurunkan sensitivitas ortografis mahasiswa yang berujung pada kegagalan alih kode (code-switching) dalam aspek ejaan, tanda baca, dan struktur kalimat. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan rekonstruksi kurikulum mata kuliah bahasa Indonesia di perguruan tinggi berbasis kesadaran spasial berbahasa (spatial language awareness), sehingga kreativitas bahasa digital dan kepatuhan bahasa baku dapat berjalan beriringan.

Downloads

Published

2026-09-08

Issue

Section

Articles